Selasa, 15 September 2009

Fakultas Ekonomi Brawijaya


Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya

Embrio Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FEUB) yang dikenal sekarang ini, bernama Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM). PTEM didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang pada 27 Juni 1957 dengan Akte Notaris No. 26 tertanggal 15 Agustus 1957.

PTEM didirikan dengan tujuan
"...untuk memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu ekonomi pada khususnya, serta membentuk manusia susila yang cakep dan bertanggung jawab serta mempersiapkan tunas-tunas muda guna menjadi ahli-ahli ekonomi yang berguna baginusa dan bangsa".

Yayasan PTEM dipimpin oleh Mayor Polak yang ketika itu menjabat sebagai ketua jurusan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga (Unair) yang ada di Malang. Dosen pengajar berasal dari APDN dan FKIP Unair.

Sedangkan kampus tempat kuliah berpancaran dan tersebar di jalan Ijen dan jalan Guntur, SMA Tugu, Balai Kota Malang, SPMA Tanjung, Gedung PAAKRI (Jl. Pahlawan Trip), dan sebagainya. Sebagian Dosen dan Mahasiswa adalah keturunan Tionghoa. Hanya beberapa dosen dan 10 mahasiswa, orang Indonesia asli.

Sejak tanggal 31 Oktober 1961, PTEM meleburkan diri menjadi bagian dari Universitas Brawijaya dan disebut Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FEUB). Nama Universitas Brawijaya diberikan oleh Presiden Soekarno melalui kawat Presiden Republik Indonesia No. 258/K/1961 tertanggal 11 Juli 1961. Sebelum kawat Presiden tersebut Universitas Brawijaya bernama Universitas Praja Malang.Pada tanggal 5 Januari 1963 dengan Surat Keputusan Mentri PTIP No. 1 Tahun 1963, Universitas Brawijaya diresmikan sebagai salah satu Universitas Negeri di Indonesia.

Dalam usaha membangun dan mengembangkan FEUB, Pimpinan dan segenap pengasuh PPUb di setiap periode menghadapi tantangan dan permasalahan yang berbeda-beda. Masalah dan tantangan tersebut timbul sebagai tuntutan perkembangan lingkungan maupun tuntutan perkembangan ilmu ekonomi. Tuntutan lingkungan merujuk pada harapan agar FEUB mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tenaga ahli di bidang Ekonomi, sedangkan tuntutan perkembangan Ilmu Ekonomi mengacu pada harapan agar FEUB dapat berkembang menjadi suatu organisasi penyedia layanan pendidikan tinggi yang terkelola dengan efektif dan efisien sebagaimana prinsip-prinsip dalam perkembangan ilmu ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar