Rabu, 30 September 2009

Monumen Tugu Malang


Wisata sejarah Malang – Hampir tidak ada warga Malang yang tidak mengetahui tugu kota Malang. Tempat yang merupakan pusat kota Malang (terletak di depan balai kota Malang) sering dijadikan tempat tujuan untuk melepas lelah. Banyak juga muda-mudi maupun orang tua bersama anak-anaknya bercengkerama di sini. Cukup indah dengan taman bunga dan kolam teratainya. Jika malam hari pun tetap sangat indah dengan lampu-lampunya yang sering menjadikan tempat ini menjadi objek foto bagi pelancong yang datang ke kota Malang.

Monumen Tugu terletak di Jl. Tugu di depan Alun-Alun Bunder atau Alun-alun lama Kota Malang. Alun-Alun ini sebenarnya adalah suatu bangunan yang mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi sebagai bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda ketika mereka menjajah Indonesia. Monumen Tugu dalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Dikelilingi oleh Taman yang sangat indah dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar. Di samping taman ini terdapat banyak pohon-pohon Trembesi yang sangat tua umurnya.
Pada masa Perjuangan Kemerdekaan, masyarakat Malang bergerak dan mencoba untuk meraih kemerdekaan serta mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Masyarakat Malang menginginkan untuk mempunyai pemerintahan yang dipimpin oleh orang Indonesia sendiri. Teks-teks proklamasi mereka tulis di banyak bangunan, jalan dan di seluruh Kota Malang. Sama dengan di Surabaya, di Malang juga di bentuk KNID dan BKR. Masa peralihan di Malang sangat berbeda dengan di Surabaya. Sekalipun terjadi banyak insiden, itu semua tidak mempengaruhi kelangsungan Pemerintahan Indonesia. Di Malang telah terbentuk suatu Dewan Pimpinan Daerah yag dipimpin oleh Bpk. Sam. Jadi pemerintahan di Malang bisa berjalan dengan baik. Dari sinilah pemerintah mulai membangun Kota Malang. Salah satu rencana Pemerintah saat itu adalah membangun sebuah Tugu Kemerdekaan di Kota Malang.
Pada tanggal 17 Agustus 1946 Pemerintah Kota Malang merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Tugu. Monumen ini ditandatangani langsung oleh Mr. Sukarno sebagai Wakil Masyarakat Malang dan A.G. Suroto sebagai kepala komite pembangunan Monumen. Tetapi ketika Monumen itu sudah hampir 95% selesai, tiba-tiba terjadi Agresi Militer Belanda I. Monumen Tugu seolah-olah membuat Pasukan Belanda mengetahui tentang semangat kemerdekaan yang dimiliki oleh masyarakat Malang. Hingga akhirnya, pada 23 Desember 1948, Monumen Tugu dirusak oleh pasukan Belanda hingga tinggal puing-puing. Atas desakan masyarakat Malang, pada tanggal 9 Juni 1950 Pemerintah Malang membentuk panitia baru untuk membangun kembali Monumen Tugu. Akhirnya Monumen Tugu telah selesai dibangun. Pada tanggal 20 Mei 1953, Monumen ini disyahkan oleh Presiden Indonesia, Ir. Soekarno.
tugu kota malangAdapun bentuk dan arti Monumen Tugu Kota Malang adalah :
1. Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam berarti bahwa senjata inilah yang pertama kali digunakan bangsa Indonesia ketika merekamenghadapi Kolonialisme Belanda dan berusaha merebut kemerdekaannya.
2. Rantai yang mengambarkan kesatuan Indonesia dalam perjuangan yang tidak mungkin akan bisa dipisahkan.
3. Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
4. Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi, berarti 17 Agustus. Menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.
5. Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat Bunga
Teratai yang berwarna putih dan merah.Melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

Sumber: http://malangsite.net


Selasa, 15 September 2009

Museum Brawijaya Malang


Wisata sejarah Malang – Museum Brawijaya terletak di Jl. Ijen No. 25 Malang. Museum Brawijaya diresmikan pada tanggal 04 Mei 1968 oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo. Terkenal dengan nama CITTA UTTHAPANA CAKRA yang berarti Api Penyebar Semangat dengan luas area mencapai 6825 m2, terbagi atas 2 area utama. Yaitu area pamer dan perkantoran. Berikut ini beberapa koleksi dari museum Brawijaya.

Di depan museum itu dipajang koleksi Tank yang digunakan pada pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Kemudian ada senjata penangkis Serangan Udara yang disita oleh BKR pada September 1945 dari tangan Tentara Jepang. Meriam Cannon 3,5 Inch yang diberi nama Si Buang disita oleh TKR di Desa Gethering Gresik dari Tentara Belanda pada 10 Desember 1945. Kemudian Tank AMP-TRACK yang digunakan dalam pertempuran para pejuang TRIP.museum brawijaya amalng - flickr.com/groups/malangkota

gerbong maut museum brawijayaDibagian belakang museum kita bisa melihat icon dari Museum Brawijaya yaitu gerbong maut sebuah gerbong barang yang digunakan untuk mengangkut 100 Pejuang Indonesia dari Bondowoso ke Surabaya dalam keadaan pintu tertutup rapat dan tanpa ada lubang angin, hingga menewaskan hampir seluruh penumpang dan menyisakan 12 orang selamat.

Koleksi yang terdapat di dalam museum antara lain mobil “DE SOTO USA” yaitu mobil yang digunakan Kolonel Soengkono sebagai kendaraan dinas yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima Divisi Brawijaya (Divisi I JATIM)1948-1950 di JATIM. Barang-barang peninggalan panglima besar jenderal Sudirman. Foto-foto jamna perjuangan hingga foto Malang tempo dulu. Komputer besa-besar jaman dulu dan lain-lain.

Museum ini terbagi menjadi lima lokasi tata pameran yaitu:

1. Lokasi Halaman Depan Halaman depan Museum Brawijaya diberi nama “Agne Yastra Loca” yang berarti taman senjata api revolusi. Halaman depan tersebut merupakan ruang pameran terbuka yang memamerkan benda-benda bersejarah khususnya senjata-senjata berat dan kendaran lapis baja yang memiliki nilai sejarah.

2. Ruang Lobi. Pada ruangan ini terdapat tiga koleksi yang dapat dilihat oleh para pengunjung, diantaranya:

A.Relief penugasan pasukan Brawijaya

B.Relief kekuasaan Kerajaan Majapahit

C.Lambang- lambang kesatuan / Kodam seluruh Indonesia.

3. Ruang 1. Koleksi yang terdapat pada ruangan ini mulai dari tahun 1945 – 1949. Pada ruangan ini pengunjung akan diperlihatakan benda-benda bersejarah, seperti mobil De Soto, foto-foto mantan panglima Jawa Timur, senjata api, dsb. Yang paling menarik dari ruangan ini yaitu terdapatnya meja dan kursi yang digunakan oleh Bung Karno, Bung Hatta, Kol. Soengkono dalam melakukan perundingan terhadap pihak Belanda yang disebut dengan “Perundingan meja bundar”.

4. Ruang 2. Koleksi yang terdapat pada ruangan ini mulai dari tahun 1950 – sekarang. Di ruangan ini terdapat benda-benda bersejarah seperti komputer yang digunakan pada masa itu, dsb. Di ruangan ini juga terdapat foto-foto yang menarik untuk dilihat, seperti foto-foto yang menceritakan operasi khusus yang dilakukan dalam menumpas pemberontakan yang terjadi di Indonesia, dan juga terdapat foto-foto kota Malang tempo dulu.

5. Halaman Tengah. Pada ruangan terbuka ini, pengunjung akan diperlihatkan 2 buah benda bersejarah yang memiliki cerita tersendiri sehingga memberikan nama yang menarik pada kedua benda tersebut. Nama pada kedua benda tersebut adalah “Gerbong Maut” dan “Perahu Sigigir”.

Berikut ini merupakan beberapa foto dari koleksi yang terdapat pada museum Brawijaya Malang.

Balaikota Malang


Monumen bersejarah malangKota Malang seperti kota-kota lain di Indonesia, pada umumnya berkembang dan meluas setelah hadirnya Pemerintah Kolonial Belanda. Karena Malang sejak konsep awalnya digunakan sebagai Kota Peristirahatan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dengan hawa yang sejuk dengan suhu rata-rata 20-24 0C, maka Kota Malang sangat ideal sebagai Kota Peristirahatan. Kota Malang berdiri pada tanggal 1 April 1914, dan sekarang terbagi dalam 5 Wilayah Kecamatan dengan luas 11.005 ha. Dengan ketinggian sekitar 440-667 m dpl. Adapun Balai Kota Malang terletak di Jalan Tugu dan tepat di depannya menjulang Monumen Tugu yang dikelilingi oleh taman yang lebih dikenal dengan Alun-Alun Bunder.
bundaran tugu  sebelum dibangunBeberapa Pejabat yang pernah mendiami rumah dinas Wali Kota Malang diantaranya :
1. Kol. R. Indra Soemardji 1968-1973
2. Kol.Sugiono 1973-1978
3. Drs.Soeprapto 1978-1983
4. DR. H. Tom Uripan Nitihardjo, SH. 1983-1988
5. Kol.Inf. H. Suyitno 1988-2003
6. Drs. Peni Suparto, M. Ap. 2003-sekarang

Pondok Pesantren Al Hikam Malang

SEJARAH PENDIRIAN

Berawal dari cita-cita untuk menyumbangkan sesuatu khususnya dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, KH Hasyim Muzadi bersama beberapa rekan diantaranya : KH. Drs. Tolhah Hasan, Drs. Slamet Efendi Yusuf, Drs Muhammad Ja’far (almarhum) dan H Ubaidillah Fadhil beritikad untuk mendirikan pesantren khusus untuk para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di Kota Malang.

Dipilihnya santri mahasiswa sebagai peserta didik di pesantren ini berdasarkan pemikiran bahwa kelompok inilah (mahasiswa/ sarjana) yang kelak akan banyak memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992.

Berdirinya pesantren inipun berjalan sebagaimana sejarah panjang dari pesantren-pesantren. Yakni adanya seseorang dalam masyarakat yang dipandang mampu menjadi pengemban nilai-nilai keagamaan kemudian masyarakat tersebut menyebutnya Kyai. Adanya hubungan saling percaya dan saling menerima antara masyarakat dan Kyai, menyebabkan terjadinya interaksi di segala urusan diantaranya adalah adanya masyarakat yang belajar tentang ilmu agama dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, menjalankan ritual ibadah dan menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan, maka dibangunlah Masjid. Sebelum berdiri masjid di Pesantren Mahasiswa Al Hikam terlebih dulu dibangunlah satu surau (Surau At Taubah) di kampung Janti (Cengger Ayam dalam) sebagai tempat beribadat masyarakat Janti. Kemudian mengingat perkembangan dari kegiatan keagamaan khususnya terkait dengan itikad untuk membangun pesantren mahasiswa maka dibangunlah Masjid Al Ghazali tepat di Jalan Cengger Ayam, yang kemudian berkembang menjadi Pesantren Mahasiswa Al Hikam.

Diawali dengan beberapa orang yang shalat berjamaah di masjid, kemudian diadakan pengajian yang diikuti oleh beberapa orang warga sekitar termasuk beberapa mahasiswa akhirnya berdiamlah beberapa santri yang menempati bilik di samping Masjid Al Ghazali. Dari beberapa santri pertama inilah kemudian berkembang sedikit demi sedikit sampai saat ini menjadi ratusan santri.
Pesantren Mahasiswa Al Hikam bercita-cita untuk menggabungkan sisi positif perguruan tinggi dan pesantren untuk mewujudkan generasi yang mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbudi pekerti luhur serta memiliki kepribadian dengan tetap memegang budaya dan semangat keIndonesiaan.

MOTTO PESANTREN
- Amaliah Agama
- Prestasi Ilmiah
- Kesiapan Hidup

JIWA PESANTREN
- Ikhlas Dalam Beramal
- Jujur dalam bersikap
- Sederhana dalam Hidup
- Santun dalam bergaul
- Mandiri dalam bersaha
- Berjuang bersama-sama

SISTEM PENDIDIKAN
Sistem pendidikan pesantren dilakukan untuk mengembangkan potensi fitrah manusia : fikriyah, ruhaniyah, jasmaniah. Di Pesantren Mahasiswa Al Hikam tiga potensi fitrah tersebut didekati dengan tiga bidang pendidikan yakni : bidang pengajaran, bidang kepengasuhan dan bidang kesantrian. yang ketiganya dilakukan secara bersama-sama.

a. Pengajaran
Adalah proses pembelajaran yang dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di kelas oleh santri dan ustadz dalam serangkaian mata dirasah. Selain itu juga ditunjang dengan kegiatan-kegiatan keilmuan (seminar, diskusi kelompok) yang diselenggarakan oleh organisasi santri dan kelompok-kelompok kajian yang ada.
Melalui proses ini diharapkan akan terbangun wawasan yang luas, cara berfikir yang logis dan pemahaman yang utuh terhadap hasanah keilmuan Islam termasuk bidang studi yang ditekuni di perguruan tinggi masing-masing.

b. Kepengasuhan :
Adalah bidang pendidikan di Al Hikam yang memberikan tekanan pada pembentukan mental dan rasa santri mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan ubudiyah : shalat berjamaah, dzikir, istighotsah, puasa. Juga melalui pendampingan-pendampingan sehingga dalam diri santri tumbuh nilai kemanusiaan yang dilandasi dengan nilai ke Islaman.

c. Kesantrian :
Adalah bidang pendidikan di Pesantren Mahasiswa Al hikam yang lebih banyak menekankan pada sisi kreatifitas, inisiatif, kepekaan, keberanian dan kecakapan santri dalam bidang-bidang yang diminati.
Karenannya dalam proses ini seluruh kegiatan direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi sendiri oleh santri melalui Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam (OSPAM) dengan berbagai kegiatan : seni, olahraga, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, lingkungan berbahasa, diskusi-diskusi, kegiatan kerumahtanggaan. Dalam hal ini asatidz/ pembina bersifat sebagai pendamping dan pengarah.

Sarana dan Prasarana Pesantren Mahasiswa Al-Hikam
Pusat kegiatan Santri mahasiswa

• Masjid
Masjid di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menempati posisi sentral sebagai sarana pembinaan mental-spiritual dan tempat pelaksanaan ibadah sehari-hari, seperti:
• Sholat Jama'ah lima waktu dan sholat-sholat sunnah
• Pengajian Al-Qur'an dan Kitab-kitab keagamaan
• Istighotsah / Tahlil
• I'tikaf

• Ruang Belajar
Ruang Belajar adalah tempat proses pembelajaran, pengajaran dan penanaman nilai-nilai dan ajaran Islam serta wawasan pengetahuan umum yang dipandang perlu.

• Asrama atau Pondok

Asrama/Pondok merupakan sarana transformasi, aktualisasi diri melalui interaksi sosial (mu'amalah) sesama Santri mahasiswa, Santri mahasiswa dengan Ustadz, Santri mahasiswa dengan Kyai di dalam lingkungan Pesantren.
Kegiatan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan berorganisasi Santri mahasiswa adalah:
OSPAM (Organisasi Santri mahasiswa Pesantren Mahasiswa Al-Hikam)
BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa) STAI Ma'had ‘Aly Al-Hikam

Beberapa unit kegiatan yang mendukung para Santri mahasiswa dalam proses transformasi dan aktualisasi diri, antara lain:
• Kelompok Kajian dan Penelitian Ilmiah
• English Club
• Kelompok Seni Budaya
• Pengembangan bakat dan hobby

• Masyarakat
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam merupakan bagian dari masyarakat, ia lahir dan dibesarkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam selalu menjaga dan membina hubungan silaturrahim dengan masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, baik yang terprogram maupun insidental..

Fasilitas Pendukung
Pesantren mahasiswa Al-Hikam secara berkala melakukan peningkatan dan pengembangan fasilitas yang dapat mendukung proses pendidikan dan peningkatan dan pengembangan prestasi akademik Santri mahasiswa.

• AISAL ( Al-Hikam Integrated Self Access Learning)
AISAL merupakan salah satu program pendidikan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam gabungani dari beberapa unit sumber informasi ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara mandiri oleh Santri mahasiswa (active learning.) Beberapa unit sumber informasi ilmu pengetahuan tersebut terdiri dari:
• Printed material
• Digital material
• Audio-visual material
• Virtual material

• Laboratorium Bahasa
Laboratorium Bahasa sebagai sarana pembinaan dan pengembangan ketrampilan bahasa Arab dan Inggris yang meliputi; speaking, listening, reading dan writing.

Pembinaan Bahasa
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menekankan pembinaan pada bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tujuan pembinaan dua bahasa ini adalah agar santri mahasiswa mampu memahami khazanah ilmu-ilmu Agama dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.Pembinaan bahasa dilakukan secara intensif di dalam kelas, laboratorium bahasa dan asrama.

• Fasilitas Olah-raga dan Seni
Untuk merawat dan menjaga kesehatan jasmani para Santri mahasiswa, pihak Pesantren menyediakan beberapa fasilitas olah raga, antara lain;
• Lapangan Basket,
• Lapangan Futsal,
• Meja Pingpong

Seni
Kegiatan kesenian yang ada di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam antara lain:
• Hadrah
• Band Santri mahasiswa
• Sanggar Lukis dan Kaligrafi
• Fotografi

SINERGI
Untuk sampai kepada tujuan pendidikan di Pesantren mahasiswa Al hikam. Santri diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan minat dan bakatnya di berbagai media aktivitas yang ada di pesantren Mahasiswa Al Hikam. Media-media aktivitas tersebut antara lain : organisasi santri pesantren mahasiswa Al Hikam (OSPAM), KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al Hikam, Taman pendidikan Al quran Al Hikam, Mini market Al Hikam dan Unit Teknologi Informasi (UTI).

Diharapkan dengan berbagai aktivitas positif di dalam masing-masing unit tersebut santri yang aktif akan memiliki keterampilan dan pengetahuan praktis dalam : mengelola lembaga, mengenal, melayani orang lain dan lingkungan, menyusun program, pengalaman kepemimpinan, keterampilan teknis tertentu yang mungkin tidak didapat secara langsung dari kelas baik di kampus maupun di pesantren.

Sumber: http://www.al-hikam.or.id

Pondok Pesantren Al-Hikam Malang

SEJARAH PENDIRIAN

Berawal dari cita-cita untuk menyumbangkan sesuatu khususnya dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, KH Hasyim Muzadi bersama beberapa rekan diantaranya : KH. Drs. Tolhah Hasan, Drs. Slamet Efendi Yusuf, Drs Muhammad Ja’far (almarhum) dan H Ubaidillah Fadhil beritikad untuk mendirikan pesantren khusus untuk para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di Kota Malang.

Dipilihnya santri mahasiswa sebagai peserta didik di pesantren ini berdasarkan pemikiran bahwa kelompok inilah (mahasiswa/ sarjana) yang kelak akan banyak memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992.

Berdirinya pesantren inipun berjalan sebagaimana sejarah panjang dari pesantren-pesantren. Yakni adanya seseorang dalam masyarakat yang dipandang mampu menjadi pengemban nilai-nilai keagamaan kemudian masyarakat tersebut menyebutnya Kyai. Adanya hubungan saling percaya dan saling menerima antara masyarakat dan Kyai, menyebabkan terjadinya interaksi di segala urusan diantaranya adalah adanya masyarakat yang belajar tentang ilmu agama dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, menjalankan ritual ibadah dan menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan, maka dibangunlah Masjid. Sebelum berdiri masjid di Pesantren Mahasiswa Al Hikam terlebih dulu dibangunlah satu surau (Surau At Taubah) di kampung Janti (Cengger Ayam dalam) sebagai tempat beribadat masyarakat Janti. Kemudian mengingat perkembangan dari kegiatan keagamaan khususnya terkait dengan itikad untuk membangun pesantren mahasiswa maka dibangunlah Masjid Al Ghazali tepat di Jalan Cengger Ayam, yang kemudian berkembang menjadi Pesantren Mahasiswa Al Hikam.

Diawali dengan beberapa orang yang shalat berjamaah di masjid, kemudian diadakan pengajian yang diikuti oleh beberapa orang warga sekitar termasuk beberapa mahasiswa akhirnya berdiamlah beberapa santri yang menempati bilik di samping Masjid Al Ghazali. Dari beberapa santri pertama inilah kemudian berkembang sedikit demi sedikit sampai saat ini menjadi ratusan santri.
Pesantren Mahasiswa Al Hikam bercita-cita untuk menggabungkan sisi positif perguruan tinggi dan pesantren untuk mewujudkan generasi yang mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbudi pekerti luhur serta memiliki kepribadian dengan tetap memegang budaya dan semangat keIndonesiaan.

MOTTO PESANTREN
- Amaliah Agama
- Prestasi Ilmiah
- Kesiapan Hidup

JIWA PESANTREN
- Ikhlas Dalam Beramal
- Jujur dalam bersikap
- Sederhana dalam Hidup
- Santun dalam bergaul
- Mandiri dalam bersaha
- Berjuang bersama-sama

SISTEM PENDIDIKAN
Sistem pendidikan pesantren dilakukan untuk mengembangkan potensi fitrah manusia : fikriyah, ruhaniyah, jasmaniah. Di Pesantren Mahasiswa Al Hikam tiga potensi fitrah tersebut didekati dengan tiga bidang pendidikan yakni : bidang pengajaran, bidang kepengasuhan dan bidang kesantrian. yang ketiganya dilakukan secara bersama-sama.

a. Pengajaran
Adalah proses pembelajaran yang dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di kelas oleh santri dan ustadz dalam serangkaian mata dirasah. Selain itu juga ditunjang dengan kegiatan-kegiatan keilmuan (seminar, diskusi kelompok) yang diselenggarakan oleh organisasi santri dan kelompok-kelompok kajian yang ada.
Melalui proses ini diharapkan akan terbangun wawasan yang luas, cara berfikir yang logis dan pemahaman yang utuh terhadap hasanah keilmuan Islam termasuk bidang studi yang ditekuni di perguruan tinggi masing-masing.

b. Kepengasuhan :
Adalah bidang pendidikan di Al Hikam yang memberikan tekanan pada pembentukan mental dan rasa santri mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan ubudiyah : shalat berjamaah, dzikir, istighotsah, puasa. Juga melalui pendampingan-pendampingan sehingga dalam diri santri tumbuh nilai kemanusiaan yang dilandasi dengan nilai ke Islaman.

c. Kesantrian :
Adalah bidang pendidikan di Pesantren Mahasiswa Al hikam yang lebih banyak menekankan pada sisi kreatifitas, inisiatif, kepekaan, keberanian dan kecakapan santri dalam bidang-bidang yang diminati.
Karenannya dalam proses ini seluruh kegiatan direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi sendiri oleh santri melalui Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam (OSPAM) dengan berbagai kegiatan : seni, olahraga, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, lingkungan berbahasa, diskusi-diskusi, kegiatan kerumahtanggaan. Dalam hal ini asatidz/ pembina bersifat sebagai pendamping dan pengarah.

Sarana dan Prasarana Pesantren Mahasiswa Al-Hikam
Pusat kegiatan Santri mahasiswa

• Masjid
Masjid di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menempati posisi sentral sebagai sarana pembinaan mental-spiritual dan tempat pelaksanaan ibadah sehari-hari, seperti:
• Sholat Jama'ah lima waktu dan sholat-sholat sunnah
• Pengajian Al-Qur'an dan Kitab-kitab keagamaan
• Istighotsah / Tahlil
• I'tikaf

• Ruang Belajar
Ruang Belajar adalah tempat proses pembelajaran, pengajaran dan penanaman nilai-nilai dan ajaran Islam serta wawasan pengetahuan umum yang dipandang perlu.

• Asrama atau Pondok

Asrama/Pondok merupakan sarana transformasi, aktualisasi diri melalui interaksi sosial (mu'amalah) sesama Santri mahasiswa, Santri mahasiswa dengan Ustadz, Santri mahasiswa dengan Kyai di dalam lingkungan Pesantren.
Kegiatan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan berorganisasi Santri mahasiswa adalah:
OSPAM (Organisasi Santri mahasiswa Pesantren Mahasiswa Al-Hikam)
BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa) STAI Ma'had ‘Aly Al-Hikam

Beberapa unit kegiatan yang mendukung para Santri mahasiswa dalam proses transformasi dan aktualisasi diri, antara lain:
• Kelompok Kajian dan Penelitian Ilmiah
• English Club
• Kelompok Seni Budaya
• Pengembangan bakat dan hobby

• Masyarakat
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam merupakan bagian dari masyarakat, ia lahir dan dibesarkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam selalu menjaga dan membina hubungan silaturrahim dengan masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, baik yang terprogram maupun insidental..

Fasilitas Pendukung
Pesantren mahasiswa Al-Hikam secara berkala melakukan peningkatan dan pengembangan fasilitas yang dapat mendukung proses pendidikan dan peningkatan dan pengembangan prestasi akademik Santri mahasiswa.

• AISAL ( Al-Hikam Integrated Self Access Learning)
AISAL merupakan salah satu program pendidikan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam gabungani dari beberapa unit sumber informasi ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara mandiri oleh Santri mahasiswa (active learning.) Beberapa unit sumber informasi ilmu pengetahuan tersebut terdiri dari:
• Printed material
• Digital material
• Audio-visual material
• Virtual material

• Laboratorium Bahasa
Laboratorium Bahasa sebagai sarana pembinaan dan pengembangan ketrampilan bahasa Arab dan Inggris yang meliputi; speaking, listening, reading dan writing.

Pembinaan Bahasa
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menekankan pembinaan pada bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tujuan pembinaan dua bahasa ini adalah agar santri mahasiswa mampu memahami khazanah ilmu-ilmu Agama dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.Pembinaan bahasa dilakukan secara intensif di dalam kelas, laboratorium bahasa dan asrama.

• Fasilitas Olah-raga dan Seni
Untuk merawat dan menjaga kesehatan jasmani para Santri mahasiswa, pihak Pesantren menyediakan beberapa fasilitas olah raga, antara lain;
• Lapangan Basket,
• Lapangan Futsal,
• Meja Pingpong

Seni
Kegiatan kesenian yang ada di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam antara lain:
• Hadrah
• Band Santri mahasiswa
• Sanggar Lukis dan Kaligrafi
• Fotografi

SINERGI
Untuk sampai kepada tujuan pendidikan di Pesantren mahasiswa Al hikam. Santri diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan minat dan bakatnya di berbagai media aktivitas yang ada di pesantren Mahasiswa Al Hikam. Media-media aktivitas tersebut antara lain : organisasi santri pesantren mahasiswa Al Hikam (OSPAM), KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al Hikam, Taman pendidikan Al quran Al Hikam, Mini market Al Hikam dan Unit Teknologi Informasi (UTI).

Diharapkan dengan berbagai aktivitas positif di dalam masing-masing unit tersebut santri yang aktif akan memiliki keterampilan dan pengetahuan praktis dalam : mengelola lembaga, mengenal, melayani orang lain dan lingkungan, menyusun program, pengalaman kepemimpinan, keterampilan teknis tertentu yang mungkin tidak didapat secara langsung dari kelas baik di kampus maupun di pesantren.

Sumber: http://www.al-hikam.or.id

STIE Malangkuçeçwara

STIE Malangkuçeçwara adalah salah satu perguruan tinggi swasta di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Sejarah

Tanggal 20 Februari 1971
Awal mula berdirinya STIE Malangkucecwara Malang yang pada mulanya bernama Akademi Bank Malang (ABM). ABM didirikan oleh Yayasan Pendidikan Nasional Penunjang Pelita (Y.3P) Malang di bawah pimpinan H.M. Ali Satambe. Kemudian pada tanggal 28 September 1977 diadakan reorganisasi kepengurusan yayasan dengan ketua H. Moch. Ichsan.

Tahun 1979
Dibuka jurusan baru yaitu jurusan Akuntansi dan Keuangan. Kemudian nama Akademi Bank Malang diubah menjadi Akademi Keuangan dan Perbankan (AKP) Malang.

Tanggal 28 Februari 1983
Untuk menyelaraskan dengan program pemerintah tentang kebijaksanaan pendidikan tinggi khususnya, dan pendidikan nasional pada umumnya serta untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan perkembangan masyarakat, maka dipandang perlu oleh yayasan untuk mengubah bentuk dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi Keuangan dengan nama “Malangkuçeçwara”. Program pendidikan yang digunakan adalah strata satu (S-1).
Alasan dipakainya nama “Malangkuçeçwara” adalah dengan suatu pertimbangan bahwa, pertama : sesuai dengan cita dan citra kota Malang yang hendak dijadikan sebagai kota pendidikan, industri, dan pariwisata yang dikenal dengan sebutan Tri Bina Cita; kedua : sesuai dengan sesanti lambang kota Malang, “Malangkuçeçwara” artinya kebaikan akan menghancurkan kebatilan.
Dengan adanya perubahan bentuk dari Akademi Keuangan menjadi Sekolah Tinggi Keuangan, maka jurusan yang ada meliputi :

  • Keuangan sampai tingkat Sarjana
  • Akuntansi sampai tingkat Sarjana

Kedua jurusan tersebut sesuai dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, nomor : 0256/0/1984, sesuai dengan SK itu pula jurusan perbankan diintegrasikan ke jurusan keuangan yang sistem pendidikannya menggunakan program Strata 1.

Tanggal 18 Februari 1985
Sesuai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 070/0/1985 dan nomor : 071/0/1985 tentang penyesuaian jalur, jenjang, dan program pendidikan serta penataan kembali nama, unit, jurusan, dan program studi, maka Sekolah Tinggi ini berubah nama menjadi STIE Malangkuçeçwara Malang dengan jurusan Manajemen, program studi Manajemen Keuangan dan Akuntansi, program studi Akuntansi.

Tahun 1986
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 0365/0/1985, tanggal 14 Mei 1986, jurusan Manajemen, program studi Manajemen Keuangan mendapat status “Disamakan” dengan program strata 1 (S-1).

Tahun 1987
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 0638/0/1987, tanggal 12 Oktober 1987, jurusan Akuntansi, program studi Akuntansi mendapat status “Disamakan”.

Tahun 1997
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 78/D/0/1997, tanggal 17 Nopember 1997, program studi Akuntansi dan Manajemen mendapat status Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan peringkat B.

Tahun 1999
Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud RI nomor : 105/DIKTI/Kep/1999, jurusan Manajemen – program studi Manajemen Keuangan disebut Program Studi Manajemen – kekhususan Manajemen Keuangan.

[sunting] Lambang

Berkas:Logo3_abm.gif

Bagian :
Lambang berbentuk perisai segi lima merupakan dasar dari lambang yang mempunyai arti Pancasila. Bulatan di dalam perisai mengandung arti persatuan.
Atap suatu bangunan mengandung arti lembaga atau STIE tempat pengembangan ilmu atau tempat belajar-mengajar yang diharapkan dapat mencetak cendikiawan di bidangnya.
Pena yang terletak di atap bangunan melambangkan pendidikan.
Bunga teratai lima kelopak mengandung arti sifat yang tangguh dan ulet dalam melaksanakan darma bakti terhadap nusa, bangsa dan agama.
Kapas dan padi mempunyai arti kemakmuran.
Buku terbuka mempunyai arti ilmu pentgetahuan atau sumber ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan dan digali.
Tulisan P3.M berarti bahwa lembaga Pendidikan Tinggi dalam hal ini STIE Malangkuçeçwara Malang berada di bawah naungan badan hukum yang berbentuk Perkumpulan, yaitu Perkumpulan Pengelola Pendidikan Malangkuçeçwara (P3.M).

Warna :
Warna kuning berarti kebesaran dan keluhuran.
Warna biru berarti kesetiaan kepada negara, bangsa dan agama.
Warna hijau berarti kemakmuran dan harapan.
Warna putih berarti kesucian.

[sunting] Program studi

Menyelenggarakan jenjang pendidikan S1 dan S2 (Pasca Sarjana). Untuk jenjang S1 terdiri dari 2 bagian :

  • Program Studi Akuntansi
  • Program Studi Manajemen (Keuangan), dengan minat Manajemen Perbankan, Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran dan Sistem Informasi Manajemen.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan S2 berfokus pada Magister Manajemen, dengan konsentrasi :

  1. Manajemen Keuangan; menghasilkan lulusan dengan kompetensi mengatur permasalahan investasi pada perusahaan multinasional.
  2. Manajemen Sumber Daya Manusia; menghasilkan lulusan dengan kemampuan praktikal untuk mengatur sumber daya manusia pada perusahaan multinasional.
  3. Manajemen Akuntasi; menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan cukup dengan kamampuan praktikal untuk merancang sistem akuntansi guna menyediakan informasi yang diperlukan bagi pengambilan keputusan penting pada perusahaan internasional.

[sunting] Unit kegiatan mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan yang fungsinya menampung berbagai minat dan bakat dari para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara. Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut antara lain:

  • Himpas Vigneçvara
  • Wappim
  • Olahraga
  • Bela diri:
  1. Karate
  2. Dju jit Su
  3. TaeKwonDo
  4. Rahsa
  • Resimen Mahasiswa
  • Jurnalistik
  • Kerohanian :
  1. Islam
  2. Kristen
  3. Katolik
  4. Budha
  5. Hindu
  • Kesenian
  • Teratai Tunjung
Sumber: http://id.wikipedia.org

Universitas Islam Malang - UNISMA

Sejarah Unisma PDF Print E-mail

Keberadaan Univeristas Islam Malang diawali oleh adanya keinginan semangat dan gagasan para tokoh masyarakat, ulama dan cendekiawan muslim dikalangan Nahdlatul Ulama di kota Malang, Untuk mendirikan suatu Perguruan Tinggi Islam yang besar, berkualitas dan mandiri.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pada tanggal 27 Maret 1981 berdirilah Yayasan Sunan Giri (sekarang berubah menjadi Yayasan Universitas Islam Malang) yang berkedudukan di Jalan MT. Haryono 193 Malang.

Universitas Islam Malang yang lebih dikenal dengan UNISMA, berdirinya Universitas ini dipelopori oleh para Sarjana Muslim yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah. Para Sarjana Muslim tersebut kemudian sepakat Untuk merealisasikan amanat tersebut dengan membentuk Panitian Sembilan yang bertugas menangani konsep dan bentuk teknis dalam rencana pendirian suatu Perguruan Tinggi.

Sebagai cikal bakal berdirinya Unisma adalah Fakultas Tarbiyah yang mengalami sejarah panjang sebelum menjadi salah satu fakultasnya. Terbentuknya Fakultas Tarbiyah ini diawali dengan berdirinya akademi Pendidikan Ilmu dan Agama Islam (APIA) yang selanjutnya berubah menjadi fakultas Tarbiyah Watta'lim (FTT) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU).

Hal ini dikukuhkan dengan SK. Menteri Agama RI nomor : 16/1963 tanggal 12 Januari 1963 yang menyatakan Ijasah Sarjana Muda FTT UNU Malang diakui sama dengan Ijasah Sarjana Muda Institut Agama Islam Negeri. Pada tahun 1968 nama UNU Malang diubah menjadi UNSURI Jawa Timur dan berkedudukan di Surabaya dan memiliki beberapa fakultas yang ada di Malang, antara lain Fakultas Tarbiyah, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Pada tahun 1971 Fakultas Tarbiyah Wata'lim (UNU) berubah menjadi Fakultas Tarbiyah UNSURI.

Ketika Yayasan Universitas Islam Sunan Giri Malang berdiri, maka Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pertanian UNSURI bergabung menjadi salah satu fakultas di Universitas Islam Malang.

Sejak tanggal 7 Oktober 1983 UNISMA mendapat status TErdaftrar Untuk program pendidikan Sarjana Muda dengan SK. Mendikbud RI no 0425/1983 Untuk Fakultas hukum (Jurusan KEperdataan, Pidana dan Administrasi Negara), Fakultas PErtanian(jurusam Budidaya PErtaniuan, Sosial Ekonomi PErtanian), Fakultas Peternakan (jurusan Produksi Ternak), Fakultas Teknik (Jurusan Sipil, mesindan elektro), fakultas ekonomi (jurusan manajamen dan akuntansi), Fakultas kehuruan Ilmu Pendidikan (Jurusan pendidikan Bahasa dan satra Indonesia serta Pendidikan Matematika),

Fakultas Ilmu Administrasi pada 27 Maret 1983 ini mulai beroperasi dengan jurusan Administrasi Negara dan Administrasi Niaga. Sejak 31 Maret 2005 Universitas Islam Malang telah membuka Fakultas Kedokteran dengan konsentrasi pada keanekaragaman hayati sebagai penunjang pengobatan

Sejak Yayasan Universitas Islam Malang berdiri hanya mempunyai satu bidang garapan yaitu bidang pendidikan, namun hingga menginjak usianya yg ke 20, mengalami perkembangan yang cukup pesat, ditandai dengan Yayasan Universitas Islam Malang telah mampu mengembangkan bukan hanya dalam bidang pendidikan saja melainkan juga sektor-sektor diluar pendidikan antara lain :

  1. Rumah Sakit Universitas Islam Malang
  2. Laboratorium Ahlussunnah wal Jama'ah dan Pondok Pesantren Ainul Yaqin
  3. Kerjasama Lembaga Penelitian Universitas ISlam Malang dengan Departemen Kehutanan dan Perkebunan RI.
  4. Kerjasama Fakultas Teknik dengan BPPT
  5. Dibukanya beberapa program Pasca Sarjana (S-2)
  6. Berdirinya Gedung Aswaja Centre
  7. Kerjasama dengan "Department of Food Science and Technology of Agriculture, Kyushu Universitas Fukuoka Japan"Department of Microbiology Universitas of Delhi South Campus, New Delhi India
  8. Kerjasama dengan "The Association Overseas Technological Scholarship (AOTS), sub divisi Business Forum"
  9. Kerjasama dengan Learning Assistance Program for Islamic Schools (LAPIS) dan Equality of Learning Outcomes in Islamic Schools (ELOIS) dari Australia.
Sumber: http://unisma.ac.id

Universitas Negeri Malang

Sejarah Universitas Negeri Malang

UM berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Prof. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 18 Oktober 1954 berdasarkan SK No. 38742/Kab tanggal 1 September 1954. Bersamaan itu pula ditugaskan Prof. Sutan Adam Bachtiar sebagai Rektor PTPG Malang yang pertama.

Pada awal berdirinya, PTPG Malang mempunyai 5 jurusan. Jurusan perintis ini meliputi jurusan:

  1. Bahasa dan Sastra Indonesia
  2. Bahasa dan Sastra Inggris
  3. Sejarah dan Budaya
  4. Ilmu Ekonomi
  5. Pasti Alam

Perkuliahan diselenggarakan di gedung SMA Alun-alun Bunder. Setahun kemudian, tepatnya sejak tanggal 20 Juni 1955, PTPG memiliki gedung sendiri yang semula adalah "Hotel Splendid" di Jl. Tumapel 1, Malang.

Pada tanggal 10 Nopember 1954, didirikan suatu universitas baru di Jatim yaitu Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya. Sebagai konsekuensinya, berdasarkan PP No. 71 Tahun 1958 PTPG secara formal berubah status dan namanya menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unair.

Pada tahun 1958, atas jasa bapak Sarjono mantan Walikota Malang, lembaga ini mendapatkan sebidang tanah, yang kemudian dibangun kompleks kampus yang berada di Jl. Semarang 5 (sekarang Jl. Surabaya 6).

Pada masa awalnya lembaga ini sangat memerlukan bantuan dari pihak luar untuk melengkapi sarana dan prasarananya. Sumbangan yang patut dicatat pada masa itu antara lain dari:

  1. Ford Foundation yang berupa:
    1. Beasiswa pengiriman dosen ke luar negeri
    2. Beberapa fasilitas laboratorium
    3. Buku perpustakaan
  2. Pemerintah Jepang melalui Colombo Plan
  3. Sie Twam Tjing (Samsi), pemilik pabrik rokok Bentoel Malang, yang memberikan bantuan kafetaria modern pada waktu itu

Pada tanggal 3 Januari 1963, keluar Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 35 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa IKIP Malang memiliki cabang-cabang sebagai berikut:

  1. Di Surabaya (berasal dari cabang FKIP Universitas Airlangga)
  2. Di Madiun (berasal dari Cabang FKIP Universitas Airlangga)
  3. Di Singaraja (dari FKIP Universitas Udayana)
  4. Di Kupang/Endeh (dari FKIP Universitas Nusa Cendana)

Pada hari Selasa, 20 Mei 1964 bertempat di gedung SKMAN Malang dilangsungkan upacara peresmian IKIP Malang yang berarti pula terlepas dari Unair.

Dari hasil reorganisasi, IKIP MALANG memiliki 4 fakultas yang meliputi:

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
  2. Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS)
  3. Fakultas keguruan Ilmu Sosial (FKIS)
  4. Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE)

Sedangkan Fakultas Keguruan Tehnik (FKT) lahir setelah satu tahun reorganisasi. Selanjutnya nama dan istilah fakultas yang ada diadakan penyesuaian secara nasional pada tahun 1982. FIP tidak mengalami perubahan, FKSS menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), FKIS menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), FKIE menjadi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), dan FKT menjadi Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK).

Pada tanggal 23 Maret 1968 beberapa fakultas cabang IKIP MALANG diserahterimakan kepada induknya yang baru. Cabang Jember diserahkan kepada Universitas Jember. Cabang Singaraja kepada Universitas Udayana. Cabang Kupang dan Endeh kepada Universitas Nusa Cendana. Cabang Surabaya pada akhirnya berdiri sendiri menjadi IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya).

Dari segi akademis, PTPG memulai penyelenggaraan pendidikan dari jenjang "bakaloreat" (Sarjana Muda) dengan waktu studi 3 tahun. Kemudian pada tahun 1959 mulai dibuka jenjang lanjutan "Doktoral" atau Acarya (Sarjana) dengan masa studi 2 tahun. Setelah beberapa tahun melalui tahap konsolidasi, akhirnya pada tahun 1968 dibuka program "post sarjana" (program Doktor) dengan jurusan kependidikan sebagai jurusan pertama. Selanjutnya pada tahun 1982 program ini disempurnakan menjadi Fakultas Pascasarjana yang terdiri dari program Magister (S2) dan program Doktor (S3). Pada tahun 1990, nama Fakultas Pascasarjana diubah menjadi Program Pascasarjana (PPS).

Pada tahun 1992 program D2 PGSD diubah statusnya menjadi program studi baru di bawah naungan FIP, yaitu program Diploma 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pada tahun 1993 berdiri 2 program studi baru, yaitu:

  1. Program Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar di FPBS
  2. Program Sarjana Pendidikan Matematika Sekolah Dasar di FPMIPA

Dan pada tahun 1994 berdiri 6 program studi baru, yaitu:

  1. Diploma 1 Pendidikan Teknik Listrik
  2. Diploma 1 Pendidikan Teknik Otomotif
  3. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Kelistrikan
  4. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Otomotif
  5. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Pengerjaan Logam
  6. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Bangunan di FPTK

Pada semester genap tahun 1994/1995, PPS membuka 2 program studi baru, yaitu:

  1. Program Magister Pendidikan Matematika
  2. Program Magister Pendidikan Kimia

Pada tahun 1998/1999 UM telah menerima mahasiswa baru untuk 14 program studi baru nonkependidikan, terdiri atas:

  1. 7 program Sarjana, yaitu:
    1. Matematika
    2. Fisika
    3. Kimia
    4. Biologi
    5. Bahasa dan Sastra Indonesia
    6. Bahasa dan Sastra Inggris
    7. Desain Komunikasi Visual (DKV)
  2. 7 program Diploma 3 yaitu:
    1. Bahasa Inggris untuk Dunia Usaha (English for Business)
    2. Teknik Mesin
    3. Teknik Sipil dan Bangunan
    4. Teknik Elektronika
    5. Teknik Elektro
    6. Tata Boga
    7. Tata Busana

Tahun 1999/ 2000 membuka 6 program studi baru, terdiri atas:

  1. 4 program studi nonkependidikan, yaitu:
    1. Ilmu Keolahragaan (S1)
    2. Manajemen (S1)
    3. Manajemen Pemasaran (D3)
    4. Akuntansi (D3)
  2. 2 program studi kependidikan, yaitu:
    1. Pendidikan Bahasa Jerman (S1)
    2. Pendidikan Seni Tari (S1)

Tahun 2000/2001 membuka 1 program studi baru nonkependidikan, yaitu Psikologi (S1); dan tahun 2004/2005 membuka program studi nonkependidikan Ilmu Sejarah.

Berdasarkan SK Presiden RI No. 93 Tahun 1999 menetapkan bahwa IKIP MALANG berubah menjadi Universitas Negeri Malang (UM) dan berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/DIKTI/Kep/ 2000 UM mempunyai 5 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Sastra (FS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT), serta 1 Program Pascasarjana (PPS).

Selama kurun waktu hampir 50 tahun, UM telah beberapa kali mengalami estafet kepemimpinan. Para Rektor yang telah berjasa untuk memimpin UM mulai awal berdiri-nya sampai sekarang ialah:

  1. Prof. H. S. Adam Bachtiar, 1954-1958
  2. Prof. Kuntjoro Purbopranoto, S.H., 1958-1963
  3. Prof. Dr. D. Dwidjo Seputro, M.Sc., 1963-1966
  4. Prof. Dr. Eri Soedewo, 1966-1966
  5. Prof. H. Darji Darmodihardjo, S.H., 1966-1970
  6. Prof. Dr. H. Samsuri, 1970-1974
  7. Prof. Drs. H. Rosjidan, M.A., 1974-1978
  8. Prof. Drs. H. M. A. Icksan, 1978-1982 dan 1982-1986
  9. H. Mas Hadi Soeparto, M.Sc., 1986-1990 dan 1990-Januari 1995
  10. Prof. Dr. H. Nuril Huda, M.A., Januari 1995-1999 dan 1999-16 Juli 2001 (wafat dalam masa tugas)
  11. Drs. H. M. Saleh Marzuki, M.Ed. (Pj. Rektor), 23 Juli 2001- 6 April 2002
  12. Prof. Dr. H. Imam Syafi'ie, 6 April 2002-8 November 2006
  13. Prof. Dr. H. Suparno, 9 November 2006-sekarang

Sumber: http://www.um.ac.id

Universitas Islam Negeri Malang

Sejarah Universitas Islam Negeri Malang

Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.

Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.

Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.

Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.

Secara kelembagaan, sampai saat ini Universitas ini memiliki 6 (enam) fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu: (1) Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (2) Fakultas Syariah, Jurusan Al-Ahwal al-Syakhshiyah, dan Hukum Bisnis Syariah (3) Fakultas Humaniora dan Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (4) Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, (5) Fakultas Psikologi, dan (6) Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, dan Teknik Arsitektur, dan Program Pascasarjana mengembangkan 4 (empat) program studi magister, yaitu: (1) Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, (2) Program Magister Pendidikan Bahasa Arab, (3) Program Magister Studi Ilmu Agama Islam, dan (4) Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sedangkan untuk program doktor, Program Pascasarjana mengembangkan 2 (dua) program yaitu (1) Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan (2) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.

Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse­but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.

Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama sosok lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu masing-masing sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.

Terletak di Jalan Gajayana 50, Dinoyo Malang dengan lahan seluas 14 hektar, Universitas ini memordernisasi diri secara fisik sejak September 2005 dengan membangun gedung rektorat, fakultas, kantor administrasi, perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, kemahasiswaan, pelatihan, olah raga, bussiness center, poliklinik dan tentu masjid dan ma’had yang sudah lebih dulu ada, dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.

Dengan performansi fisik yang megah dan modern dan tekad, semangat serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota sivitas akademika seraya memohon ridha dan petunjuk Allah swt, Universitas ini bercita-cita menjadi center of excellence dan center of Islamic civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin).

ITN Malang

Institut Teknologi Nasional Malang

Institut Tekologi Nasional Malang atau lebih dikenal dengan nama ITN Malang pada awalnya bernama Akademi Teknik Nasional (ATN) Malang yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional Malang pada tanggal 15 Januari 1969 dengan membuka Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Sipil. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0104/0/1983 ditetapkan ATN Malang menjadi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan 2 Fakultas, yaitu Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Adapun Visi dan Misi ITN Malang adalah:

VISI

Institut Teknologi Nasional Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi terapan dan seni, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbudi luhur, berjiwa kewirausahaan, profesional, dan berwawasan global.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi yang profesional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi terapan dan seni yang unggul.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian yang inovatif, kreatif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka pembangunan bangsa.
  3. Menyelenggarakan penyebaran informasi serta pelayanan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  4. Mengembangkan sikap kewirausahaan dan kemandirian di bidang kerekayasaan serta penerapan teknologi sesuai tuntutan pasar kerja nasional dan global.
  5. Mengembangkan serta menjaga nilai etika akademis dan citra ITN Malang.

Hingga saat ini, ITN Malang memiliki 2 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana dengan 16 Jurusan/Program Studi dengan Jenjang Diploma Tiga, Strata Satu dan Magister Teknik. Untuk jenjang Diploma 3 harus menempuh 110 sks, jenjang S-1 harus menempuh 144 sks, dan jenjang S-2 harus menempuh 38 sks.

Institut Teknologi Nasional Malang memiliki dua lokasi Kampus yang sangat representatif sebagai Kampus berbasis teknologi. Kampus I terletak di Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 dengan luas kampus sekitar 4.5 Ha, dan Kampus II terletak di Jl. Raya Karanglo Km. 2 dengan luas kampus sekitar 35 Ha (Kampus Terpadu) dari lahan seluas 65 Ha yang ada. Kedua Kampus ini terletak di Kotamadya Malang dan berjarak sekitar 7 km satu sama yang lainnya.

Kedua Kampus dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran yang modern dengan berbagai fasilitas seperti Auditorium, ruang Amphi, ruang Seminar, Lapangan Basket, Lapangan Volley, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Badminton.

Dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, ITN didukung oleh beberapa lembaga, yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kerjasama (LPPK), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penerapan Teknologi (LPT) dan Pusat Peningkatan, Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI), Pusat Komputer (PUSKOM), Pusat Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Internet.

Universitas Muhammadiyah Malang

  • Sejarah UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.

Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.

Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.

Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.

Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.

Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan.

Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.

Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik).

Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.

Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII, yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.

Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sumber: http://www.umm.ac.id